Sukses

Daftar Harta Kekayaan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah merilis laporan harta kekayaan para calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pengumuman LHKPN para cagub dan cawagub ini dilakukan untuk memastikan penyelenggara negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Berikut daftar kekayaan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

1. Anies Rasyid Baswedan

Sebelum menjadi calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Joko Widodo. Terakhir, Anies Baswedan melaporkan harta kekayaannya pada 20 September 2016.

Harta tidak bergerak yang dimiliki oleh Anies Baswedan senilai Rp 9.901.255.000. Rinciannya:

1. Tanah dan bangunan seluas 1.655 m2 dan 565 m2 Jakarta Selatan yang berasal dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2010 sampai dengan 2016 senilai Rp 8.408.525.000

2. Tanah seluas 91 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2013 senilai Rp 1.492.730.000.

Harta bergerak berupa alat transportasi dengan total nilai Rp 352.000.000. Rinciannya:

1. Mobil, merk Toyota Avanza tahun pembuatan 2012, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2012 senilai Rp 112.000.000

2. Mobil, merk Toyota Kijang Innova, tahun pembuatan 2008, yang berasal dari hasil sendiri
perolehan tahun 2008 senilai Rp 105.000.000

3. Mobil, merk Mazda 2, tahun pembuatan 2013, perolehan tahun 2016  senilai Rp 135.000.000

Harta bergerak lainnya dengan total nilai Rp  671.463.848. Rinciannya:

1. Logam mulia dari warisan perolehan dari tahun 1985 sampai dengan 2016  senilai Rp 333.133.348

2. Benda bergerak lainnya perolehan dari tahun 2005 sampai dengan 2016  senilai Rp 338.330.500

Surat berharga total nilai Rp  88.768.976. Rinciannya:
1. Tahun investasi dari 2012 sampai dengan 2013 yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 50.000.000

2. Tahun investasi 2008, yang berasal dari warisan senilai Rp 38.768.976

Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 701.714.556 dan USD 8.893.

Hutang dalam bentuk pinjaman uang senilai Rp 4.408.159.775.

Sehingga total kekayaan Anies Baswedan adalah Rp 7.307.042.605 dan USD 8.893

1 dari 2 halaman

2. Sandiaga Salahuddin Uno

Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga S Uno (tengah) bersiap menemui pendukungnya di Jalan Tanjung Barat Selatan, Jakarta, Minggu (20/11). Sandiaga melantik relawan komunitas Anies-Sandi tingkat RW Kelurahan Lenteng Agung. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelum mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga adalah pengusaha sebuah perusahaan bernama Saratoga Capital. Perusahaan ini bergerak dalam bidang infrastruktur dan sumber daya alam.

Sandiaga melaporkan harta kekayaannya pada 29 September 2016. Total harta tak bergerak yang dimiliki adalah Rp 113.516.301.444. Rinciannya:

1. Tanah dan bangunan seluas 852 m2 dan 582 m2, di Jakarta Selatan dari hibah perolehan dari tahun 2004 sampai dengan 2015 NJOP Rp 20.552.460.000

2. Tanah dan bangunan seluas 475 m2 dan 239 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2010
sampai dengan 2015 NJOP Rp 10.890.462.000

3. Tanah dan bangunan seluas 277 m2 dan 277 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2006
sampai dengan 2015 NJOP Rp 5.084.335.000

4. Tanah dan bangunan seluas 454 m2 dan 250 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2006
sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.884.370.000

5. Tanah dan bangunan seluas 450 m2 dan 511 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2010 sampai dengan 2015 NJOP Rp 11.486.350.000

6. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2015 NJOP Rp 37.110.000

7. Tanah seluas 15 m2 di Tangerang dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2012 sampai dengan 2015 NJOP Rp 37.110.000

8. Bangunan seluas 160 m2 di Singapura dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2001 sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.504.731.000

9. Bangunan seluas 119 m2 di Washington DC dari hasil sendiri perolehan dari tahun 2014 sampai dengan 2015 NJOP Rp 7.487.834.160

10. Bangunan seluas 453 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 10.512.068.932

11. Bangunan seluas 460 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 10.644.045.316

12. Bangunan seluas 922 m2 di Jakarta Selatan dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 NJOP Rp 21.395.425.036

Harta bergerak berupa alat transportasi dengan total nilai Rp 375.000.000. Rinciannya:

1. Mobil, merk Nissan Grand Livina tahun pembuatan 2013, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2014 nilai jual
Rp 125.000.000

2. Mobil, merk Nissan X-Trail tahun pembuatan 2015, yang berasal dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 nilai jual Rp 250.000.000

Harta bergerak lainnya dengan total Rp 3.200.000.000. Rinciannya:

1. Logam mulia dari hasil sendiri perolehan tahun 2015, dengan nilai jual Rp 1.500.000.000

2. Barang seni dan antik dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 dengan nilai jual Rp 1.000.000.000

3. Benda bergerak lainnya dari hasil sendiri perolehan tahun 2015 dengan nilai jual Rp 700.000.000

Surat berharga dengan total nilai Rp  3.721.379.813.530 dan USD 1.287.801. Rinciannya:

1. Tahun investasi dari 1997 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 50.000.000

2. Tahun investasi dari 2002 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 3.171.105.995.000

3. Tahun investasi dari 2002 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.350.000.000

4. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.000.000

5. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 90.000.000

6. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 3.500.000.000

7. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 255.000.000

8. Tahun investasi dari 2004 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 255.000.000

9. Tahun investasi dari 2003 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 250.000.000

10. Tahun investasi dari 2005 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 90.150.000

11. Tahun investasi dari 2006 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 900.000

12. Tahun investasi dari 2006 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 30.000.000

13. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 330.031.674.030

14. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 5.000.000

15. Tahun investasi dari 2007 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 5.000.000

16. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 368.760

17. Tahun investasi dari 2009 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 23.368.094.500

18. Tahun investasi dari 2011 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 1.050.000.000

19. Tahun investasi dari 2011 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 63.331.000.000

20. Tahun investasi dari 2013 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 33.000.000

21. Tahun investasi dari 2013 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 126.425.000.000

22. Tahun investasi dari 2014 sampai dengan 2015 yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 120.000.000

23. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 2

24. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 4.000

25. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 10

26. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 325

27. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual USD 690.704

28. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual Rp 33.000.000

29. Tahun investasi 2015, yang berasal dari hasil sendiri dengan nilai jual
USD 224.000

Giro dan setara kas lainnya senilai Rp 12.899.258.838 dan USD 30.247.421.

Piutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 13.834.597.000 dan USD 2.465.84.

Hutang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 8.441.678.156 dan USD 23.653.682.

Sehingga total kekayaan Sandiaga Uno adalah Rp 3.856.763.292.656 dan USD 10.347.381