Sukses

Ahok: Bagaimana Mau Belajar dan Ibadah Kalau Rumahnya Kebanjiran?

Liputan6.com, Jakarta - Calon Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan, kebijakan yang dikeluarkan pihaknya selalu merujuk pada otak, perut dan dompet warga.

Pihaknya membantah jika pembangunan Jakarta hanya semata berbentuk fisik dan mengabaikan pembangunan manusia.

"Bagaimana orang mau belajar dan ibadah dengan tenang kalau tempatnya kebanjiran tiga minggu," ujar Ahok saat menjawab pertanyaan cagub Anies Baswedan tentang apa strateg meningkatkan mutu manusia dan mutu pendidikan di Jakarta saat debat perdana cagub DKI Jakarta 2017, di Hotel Bidakara Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Ahok menyatakan, pembangunan fisik yang dilakukan pihaknya, seperti pembuatan taman-taman adalah untuk kepentingan manusia.

"Bangunan taman benda mati, iya, tapi kan untuk peningkatan mutu manusia," kata dia.

Ahok mengaku selalu punya visi terukur dengan angka saat membuat target program.

Debat calon gubernur malam ini mengangkat tema sosial ekonomi, pendidikan, keamanan, lingkungan dan transportasi. Moderator debat adalah Ira Koesno, bersama empat orang panelis yaitu Imam B Prasodjo, Aceng Rahmat, Yayat Supriyatna, dan Enny Sri Hartati.

Debat selanjutnya akan dilaksanakan pada 27 Januari dan 10 Februari.

Artikel Selanjutnya
Ahok: Calon Nomor 1 dan 3 Seperti Om dan Tante Rusak Aturan
Artikel Selanjutnya
Ahok: Membangun Jakarta Itu dengan Data, Bukan Asal Ngomong