Sukses

Ini Misi Megawati Hadiri Konser Gue 2 Ahok - Djarot

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan Konser "Gue 2" yang digelar dalam rangka mengupayakan kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat atau Ahok - Djarot satu putaran, menarik Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Keseluruhan gagasan spontan para artis, budayawan, dan para komposer ternama menjadikan konser tersebut syarat dengan tampilan kebudayaan," kata Megawati Soekarnoputri dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (4/2/2017).

"Hal yang menggembirakan, selain konser tersebut untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada Ahok - Djarot, melalui konser itu semua warga bersatu dalam kebinekaan. Semua bersatu untuk menampilkan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia Raya dan taman sarinya Indonesia," ucap Megawati.

Karena itu, Megawati mengatakan akan menonton konser itu bersama jajaran elite dan kader PDIP serta relawan dan simpatisan pasangan calon nomor urut 2 itu di Senayan hari ini.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kehadiran Megawati Soekarnoputri dengan membawa semangat gotong royong adalah konsistensi dukungan pada Ahok- Djarot.

"Kini dukungan itu makin kuat berkat kerja kreatif seluruh artis, budayawan dan para relawan yang menyatu dengan Partai dan rakyat," tegas Hasto.

Dia menambahkan, Konser "Gue 2" yang dipelopori artis dari berbagai genre musik ini menyuarakan semangat kebinekaan.

"Konser 'Gue 2' adalah pergerakan rakyat yang sadar dan kemudian bangkit menggelorakan semangat kebhinekaan Indonesia untuk Jakarta yang bebas korupsi, Jakarta yang bersih, bebas banjir, dan Jakarta yang tampil lebih manusiawi dengan seluruh identitas kebudayaannya," papar dia.

Konser "Gue 2" dipelopori jajaran artis ternama seperti Jay Subyakto, Gita Gutawa, Krisdayanti, Project Pop, Happy Salma, dan para komposer ternama seperti Abdurrachman Arief, Addie MS, Adon Base Jam.

"Melalui Konser Gue 2 inilah silent majority bangkit dan mengapresiasi keberhasilan kepemimpinan Ahok Djarot," sambung Hasto.

Menurut Hasto, dengan berbagai persoalan yang muncul dalam Pilkada selama ini setidaknya menjadi pembelajaran terbaik bahwa politik yang berkebudayaan harus menjadi warna dalam setiap pesta demokrasi.

"Pilkada DKI Jakarta memang dinamis, persaingan keras, dan ada pihak-pihak tertentu yang sering menghalalkan cara. PDIP banyak belajar dari Pilkada DKI dan akan terus berjuang menampillan watak politik yang membangun peradaban, mengedepankan gagasan genuine," ucap Hasto.

Artikel Selanjutnya
Pengamat: Kecil Kemungkinan Calon Tunggal di Pilkada Jatim 2018
Artikel Selanjutnya
Batas Penyerahan Aset Dua Pekan Lagi