Sukses

4 Skema Rusun bagi Nelayan Terdampak Reklamasi dari Ahok - Djarot

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot telah menyiapkan rusun untuk para nelayan yang terkena dampak reklamasi teluk Jakarta. Bahkan, rusun untuk para nelayan itu akan dibuat menjadi empat skema.

Juru bicara bidang lingkungan hidup Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot, Emmy Hafild, mengatakan, empat skema rusun nelayan itu adalah subsidi penuh, subsidi sebagian, sewa beli, dan kredit KPR.

Subsidi penuh diperuntukkan bagi warga tidak mampu dengan penghasilan di bawah Rp 1 Juta. Penyewa, ia menjelaskan, hanya dikenakan uang kebersihan Rp 5000-Rp 8000/hari.

"Sewa seumur hidup, boleh diturunkan ke anak cucu, tidak akan digusur kalau tidak mampu bayar, 6-10 bulan gratis, sampai penghasilan stabil. Tidak boleh dialihkan kepada orang lain," jelas jubir Ahok-Djarot ini di Rumah Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Untuk rusun dengan subsidi sebagian, ia menambahkan, diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan UMP. Penyewa dibebaskan uang sewa Rp 300 ribu/bulan.

Sedangkan skema sewa beli, Emmy menjelaskan, adalah rusun yang berpenghasilan di atas UMP sampai Rp 19 juta. "Bayar sewa Rp 450.000-Rp 600.000 per bulan, dapat tanda lunas dan HGB. Hanya boleh dijual kepada Pemprov DKI," kata dia.

Sedangkan bagi warga yang berpenghasilan Rp 10 juta ke atas akan ada kredit rumah susun lewat KPR. "Akan ada juga rumah kos, jadi yang punya tanah 200 m, SHM, dibantu membangun rumahnya untuk tempat kos. Kredit bangun. Yang belum punya SHM atau HGB, dibantu urus sertifikat," ujar dia.

Sedangkan bagi nelayan atau pekerja yang belum menikah atau pekerja musiman, Emmy mengungkapkan, Ahok-Djarot akan menyiapkan mess di Muara Angke.