Sukses

Ahok-Djarot Berbagi Tugas Untuk Mengembangkan Pasar Tradisional

Liputan6.com, Jakarta Pasangan cagub cawagub DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat terus bertekad untuk mengembangkan pasar tradisional. Mereka berbagi tugas demi mewujudkan tekadnya tersebut.

Djarot mengaku, dalam pembagian tugas bersama Ahok tersebut, ia akan bertanggung jawab dalam hal penataan pedagang kaki lima, pemberdayaan warteg, serta pasar tradisional. Oleh karena itu, Djarot mengungkapkan
akan terus melakukan blusukan ke pasar-pasar tradisional, dengan begitu diakuinya ia mampu mengamati secara langsung kegiatan pedagang dan warga yang ada di lapangan.

“Dengan melakukan blusukan ke pasar, saya bisa mengetahui kedaan ekonomi di sana, dan mendengarkan aspirasi masyarakat langsung. Saya lihat warga memiliki mental pejuang, bekerja keras untuk memenuhi
kebutuhan hidup mereka,” ungkap Djarot.

Sebelumnya, Ahok berencana membuat Night Market atau Pasar Malam disejumlah jalan utama Jakarta. Pasar malam itu bakal dijadikan tempat menampung para pedagang kaki lima yang kerap berjualan di pinggir
jalan. Pembuatan Pasar Malam merupakan salah satu strategi Ahok untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di DKI Jakarta. Rencananya, Pasar Malam tersebut akan digelar di Jalan MH Thamrim dan Medan
Merdeka Selatan. "Kita bikin di Merdeka Selatan, Nanti yang sebelah Hotel Sari Pan Pacific, Sarinah, itu akan jadi model night market," kata Ahok.

Ahok memaparkan rencananya untuk memanfaatkan tanah sengketa di antara Hotel Sari Pan Pasific dan Bank Syariah Mandiri. Nantinya, para pedagang di Jalan Sabang, jalan penghubung menuju MH Thamrin, akan
dipindahkan ke lokasi itu. Menurut Ahok, cara ini efektif untuk mengatasi kemacetan akibat PKL yang selama ini kerap berjualan di pinggir Jalan Sabang. "Supaya di Sabang bisa geser. Kalau enggak di Sabang macet, harusnya Jalan Sabang sudah bagus," ujar Ahok.

Selain di lokasi itu, Ahok juga berencana membuat Night Market di Kota Tua, Jalan Tongkol, dan Kemayoran. Ia mengatakan sedang mencari jalanan yang bisa ditutup di malam hari untuk dijadikan Night Matket. Nantinya, PKL yang berjualan di Night Market tersebut akan dikenakan harga murah, yakni Rp5 ribu per hari. Para pedagang juga disyaratkan memiliki akun di Bank DKI, hal tersebut bertujuan agar Pemprov DKI lebih mudah untuk mendata mereka.

Djarot yang merupakan Mantan Wali Kota Blitar juga mendukung pengembangan warung tegal. Di Jalan Bhakti Tanggul, Djarot menyaksikan deklarasi dukungan dari Paguyuban Warteg Jakarta yang memiliki 100 anggota warung tegal. Ketua Paguyuban Warteg Jakarta Nurul Hakim mengapresiasi kinerja Basuki-Djarot terutama dalam penanganan banjir. "Kinerja Ahok-Djarot sudah terbukti. Dulu daerah ini banjir sekarang tidak lagi, kami dagang tenang," ujar Nurul.

Selain berniat membangun Pasar Malam, Ahok juga menyampaikan niatannya untuk membangun bioskop rakyat di pasar-pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya. Nantinya, bioskop itu ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang kesulitan menonton film karena harga tiket bioskop yang terbilang mahal bagi mereka.

Nantinya, film-film yang diputar di bioskop tersebut merupakan film dengan kategori sudah turun layar. Sehingga, bioskop yang berada di pasar tradisional tidak akan menayangkan film produksi luar negeri yang tengah diputar di bioskop komersil.

"Kalau nonton di XXI mahal. Makanya kami ingin PD Pasar Jaya bangun bioskop kecil di pasar-pasar mereka. Film yang diputar di bioskop rakyat, utamanya adalah film produksi dalam negeri, supaya pasar penonton film Indonesia juga semakin banyak," ujar Ahok.

(*)