Sukses

4 Fakta Menarik Seputar Pilkada DKI Jakarta Putaran Pertama

Liputan6.com, Jakarta - Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan digelar hari ini, Rabu (19/4/2017). Di putaran kedua ini, akan bertarung dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut dua yaitu Basuki Tjahaja Purnama -Djarot Saiful Hidayat dan pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, dua pasangan calon ini resmi dinyatakan lolos ke putaran kedua Pilkada DKI. Pasangan Ahok-Djarot yang meraih suara terbanyak mendapat perolehan suara sebesar 2.364.577 suara atau 42,99 persen.

Sementara diurutan kedua, pasangan Anies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen. Sedangkan, diurutan terakhir, pasangan nomor urut tiga Agus Harimurti Yudhoyono -Sylviana Murni memperoleh suara sebesar 937.955 atau 17.07 persen.

Karena tak ada pasangan calon yang memperoleh suara diatas 50 persen, maka KPU menetapkan dua pasangan calon yaitu Ahok-Djarot dan Anies- Sandi melangkah ke Pilkada DKI Putaran kedua. Sementara itu, pasangan nomor satu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni harus tersingkir.

Berikut 4 Fakta menarik di Pilkada DKI putaran pertama:

1 dari 5 halaman

Pengakuan Kalah Agus Yudhoyono

Belum sehari Pilkada putaran pertama digelar, Agus Harimurti Yudhoyono mengakui kekalahannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Secara ksatria dan lapang dada, saya menerima kekalahan di Pilkada DKI Jakarta," kata Agus di Posko Pemenangan Agus-Sylvi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Februari 2017.

Agus juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi atas kemenangan sementara ini.

"Saya dan Ibu Sylvi mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor dua, yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama, serta pasangan nomor tiga, yaitu Bapak Anies dan Bapak Sandi," kata Agus.

Dia mengaku sudah menelepon pasangan Ahok-Djarot untuk menyampaikan ucapan selamat. Namun dia belum berhasil menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Anies-Sandi.

"Beliau berdua masih sibuk," kata putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Agus juga menyampaikan maaf kepada konstituennya karena dia dan Sylvi belum bisa memenuhi harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Ahok dan Kasus Penistaan Agama

Proses Pilkada DKI Jakarta putaran pertama diramaikan oleh kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan cagub petahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Ahok dilaporkan oleh sejumlah ormas atas dugaan penistaan agama tertait ucapannya yang mengutip salah satu ayat dalam Alquran yaitu Surat Almaidah ayat 51.

Pelaporan itu pun berlanjut hingga ke meja hijau. Ahok akhirnya ditetapkan sebagai terdakwa. Persidangan pun masih berlanjut hingga saat ini. Belum ada keputusan apakah Ahok dinyatakan bersalah atau justru dibebaskan dari segala tuntutan.

Selain naik ke meja hijau, dugaan penistaan agama mendatangkan protes besar pada 4 November dan 2 Desember 2016 oleh gabungan ormas yang menamakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, mereka mendesak agar Ahok diberhentikan dan ditangkap karena dianggap menghina kitab suci dan agama Islam.

3 dari 5 halaman

Heboh Moderator Debat Ira Koesno

Presenter Ira Koesno dipercaya menjadi moderator debat pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memilih Ira Koesno karena ia dinilai berpengalaman.

Perempuan bernama lengkap Dwi Noviratri ini meniti karir pertamanya sebagai presenter di stasiun televisi SCTV. Gaya bicaranya yang khas, lugas, dan kritis melambungkan namanya.

Seperti dikutip dari buku Di Balik Layar Liputan 6, menjadi pembawa berita bukanlah cita-cita perempuan kelahiran Jakarta tersebut. Sarjana akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini bercita-cita menjadi auditor.

Pada 1994, Ira Koesno meniti karier sesuai bidang ilmu yang dikuasainya: akuntansi. Dia bekerja di Auditor KPMG Hanadi Sujandro. Ia bertanggung jawab untuk audit pos neraca, verifikasi, konfirmasi, dan stok opname.

Cita-cita pun terangkai dalam pikirannya. Ketika itu, kata Ira, "Saya ingin melanjutkan pendidikan S2. Jurusan yang akan saya ambil tentunya harus sesuai dengan jalur karier. Karena saya ingin jadi auditor, maka saya harus ambil jurusan keuangan lagi".

Namun, Ira menyadari masih ada passion dalam dirinya yang belum dikembangkan, yaitu menulis. Rupanya, minatnya di bidang menulis menemui jalan, saat ia membaca iklan di surat kabar: Dicari, reporter untuk televisi swasta.

Ia menganggap ini kesempatan untuk mengembangkan minatnya di bidang menulis.

Jalan hidup Ira Koesno pun berubah setelah melamar dan diterima bekerja di Liputan 6 SCTV. Cita-citanya menggeluti karier di bidang finansial ditinggalkan. Ia memasuki dunia baru: jurnalisme televisi.

Bungsu dari dua bersaudara pasangan Koesno Martoatmodjo dan Sri Utami ini beruntung karena menjalani profesi yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

"Saya punya dua dunia yang saya senangi, pertama finansial dan yang kedua tulis menulis. Setelah mencoba menjadi akuntan, saya ingin mencoba jadi wartawan," tutur Ira seperti dikutip dalam laman Biografi Tokoh Indonesia.

4 dari 5 halaman

TPS 100 Persen Ahok

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat menang telak dengan meraup 100 persen suara di TPS 32 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dua rivalnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno mendapatkan nol suara.

Hal tersebut disampaikan warga yang turut melakukan pemungutan suara di lokasi tersebut.

Salah satu warga Anta Ginting (32) mengatakan perolehan hasil di TPS ini cukup berbeda dibanding sejumlah TPS lainnya. Sebab, di TPS 32 Cililitan, suara penuh masuk ke pasangan Ahok - Djarot.

"Suara masuk semua 449 suara untuk pasangan Ahok - Djarot," tutur Anta saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Menurut warga RT 4 RW 8 Cililitan itu, pemilih yang hadir dalam pemungutan suara di TPS 32 ada sebanyak 452 orang. Namun, dia tidak begitu ingat jumlah DPT keseluruhan di lokasi pencoblosan tersebut.

"Surat suara yang tidak sah hanya tiga saja. Sisanya masuk ke paslon Ahok-Djarot," Anta menjelaskan.

"Itu benar terjadi. Saat perhitungan itu saya live lewat Facebook saya dan suara masuk semua ke pasangan Ahok - Djarot. Cuma saat itu memang kepotong tidak sampai habis karena kuota saya mendadak habis," lanjut Anta.

Warga lainnya yakni Mego Warsoanto (35) menambahkan, TPS 32 sendiri menaungi pencoblosan bagi warga RT 03 dan 04 RW 08, Cililitan, Jakarta Timur.

"Ini kejadian langka sekali. Tapi inilah pesta demokrasi," ujar Mego.

Artikel Selanjutnya
Demokrat Usung Agus Yudhoyono pada Pilpres 2019?
Artikel Selanjutnya
Alasan Ahok Tak Hadiri Penetapan Anies - Sandi Jadi Gubernur DKI