Sukses

Saat Lagu Bengawan Solo dan Jali-Jali Berpadu di TPS Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - TPS 04 Gambir, Jakarta Pusat, tempat Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan hak pilih sudah bersolek sejak pagi. Beberapa hal mengalami perubahan dibanding saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Yang paling mencolok adalah adanya pemain keroncong di sisi kanan TPS. Sebuah tenda berukuran 3x4 meter itu melindungi para pemain keroncong dari terik matahari.

Para pemain tampak sudah duduk di kursi yang disiapkan. Mereka berpakaian Betawi.

Kelompok musik Keroncong Tugu dihadirkan di depan TPS 04 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4). Para pemusik memainkan musik lagu-lagu keroncong mengiringi masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Setiap orang memegang alat musiknya masing-masing. Mulai ukulele, jimbe, biola, hingga cello. Mereka tergabung di orkes Kerontjong Toegoe.

"Kami diundang Wali Kota Jakarta Pusat untuk main di sini," kata vokalis keroncong Saartje Michelle di lokasi, Rabu (19/4/2017).

Sejak masyarakat datang ke TPS, musik keroncong itu terus dimainkan. Berbagai lagu nasional maupun tradisional khas berbagai daerah juga dimainkan. Semisal, Rayuan Pulau Kelapa, Indonesia Pusaka, dan Widuri.

Lagu kemudian berganti ketika Jokowi dan Iriana datang ke TPS. Lagu 'Bengawan Solo' dimainkan dengan nada keroncong untuk menyambut kedatangan Jokowi.

Lagu ini terus dimainkan berulang-ulang selama Jokowi menggunakan hak pilihnya. Musik sempat berhenti sejenak ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan keterangan pers.

Vokalis dari kelompok Keroncong Tugu melantunkan lagu di TPS 04 Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4). Sekelompok pemusik keroncong dihadirkan di depan TPS untuk menghibur warga yang mencoblos pada Pilkada DKI 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kerontjong Toegoe kemudian mengubah lagu. Kali ini lagu khas Betawi, 'Jali-jali' dimainkan masih dengan nada keroncong. Lagu ini pula yang mengiringi Jokowi meninggalkan TPS.

Pilkada DKI Jakarta 2017 Putaran Kedua diikuti pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Berdasarkan perhitungan KPU DKI, dua pasangan ini lolos ke putaran kedua Pilkada DKI. Ahok-Djarot meraih 42,99 persen suara, sementara Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

KPU DKI akan bekerja hingga 1 Mei 2017 untuk menyelesaikan rekapitulasi suara. Pada 5 atau 6 Mei 2017, KPU DKI menetapkan pemenang Pilkada DKI 2017.

 

*Ikuti Quick Count Pilkada DKI Jakarta dari tiga lembaga survei di Liputan6.com pada Rabu 19 April 2017.