Sukses

JPPR: Banyak Pemilih Dipengaruhi Saat Pencoblosan

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) mencatat bahwa sejumlah pemilih mendapatkan pengaruh dari pihak tertentu saat hendak mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua

"Dari 1.009 TPS di Jakarta yang dipantau, kecuali Kepulauan Seribu, terdapat 35 TPS dimana terdapat praktik memengaruhi dan mengarahkan pilihan kepada pemilih," ujar Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz di Jakarta, Rabu, 19 April 2017.

Masykurudin juga menjelaskan praktik pemberian arahan serta pengaruh itu di antaranya dilakukan dengan membisikkan pemilih terkait pasangan calon (paslon) tertentu, adanya pengawalan pemilih menuju TPS, dan ada penunjukan jari sebagai kode nomor urut paslon tertentu kepada pemilih.

Selanjutnya, ada juga yang meneriakkan kalimat-kalimat arahan kepada pemilih untuk mencoblos pasangan tertentu, memberikan arahan untuk memilih berdasarkan keyakinan tertentu, serta melarang pemilih untuk memberikan suaranya bagi pasangan calon tertentu.

"TPS di Jakarta di mana para pemilih mendapatkan pengaruh dari pihak tertentu di antaranya ada di Sawah Besar, Kramat Jati, Duren Sawit, Cilangkap, Tamansari, serta Mampang Prapatan," ucap Masykurudin seperti dilansir dari Antara.

Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 ini, ada dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bersaing untuk menjadi pemimpin Ibu Kota.

Mereka adalah pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

  • Pilkada DKI 2017 akan berlangsung pada Februari 2017 diikuti tiga calon gubernur Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Basuki T. Purnama
    Pilkada DKI 2017 akan berlangsung pada Februari 2017 diikuti tiga calon gubernur Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Basuki T. Purnama
    Pilkada DKI 2017
Artikel Selanjutnya
KPU DKI Serahkan SK Penetapan Anies - Sandi ke Jokowi
Artikel Selanjutnya
3 Harapan Ketua KPU DKI terhadap Anies - Sandiaga