Sukses

Yudi Latif: Sejarah Catat Ahok sebagai Pejuang Kesetaraan Sipil

Liputan6.com, Jakarta - Proses pencoblosan Pilkada DKI putaran kedua telah berlangsung pada Rabu 19 April 2017. Dalam hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan, pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat.

Atas hasil hitung sementara itu, masyarakat mengucapkan selamat kepada para kontestan Pilkada DKI Jakarta.

Untuk pasangan calon yang unggul, diharapkan dapat bekerja lebih baik dalam menata dan memerintah Ibu Kota Jakarta. Sebaliknya, terhadap pasangan yang tidak lolos disampaikan terimakasih atas usaha dan jerih payah mereka dalam berkarya.

Ungkapan apresiasi terhadap Ahok disampaikan cendekiawan Muslim, Yudi Latif. Dalam akun facebooknya, dia mengungkapkan ucapan selamat kepada Ahok. Menurut dia, pertarungan Pilkada DKI Jakarta bukan terletak pada menang ataupun kalah, namun pada keberaniannya dalam memperjuangkan hak dan warga negara tanpa diskriminasi.

Berikut catatan Yudi Latif yang dikutip Liputan6.com atas izin doktor lulusan Australian National University tersebut, Kamis (20/4/2017):

Selamat buat Pak Ahok! Bukan soal kalah atau menang, tapi soal keberanian memperjuangkan hak warga negara tanpa diskriminasi. Anda akan tercatat dalam sejarah sebagai pejuang kesetaraan hak-hak sipil meski harus menghadapi arus besar gelombang prasangka dan kebencian.

Tapi ingat, diperlukan waktu puluhan tahun sejak Martin Luther King Jr. memperjuangkan "I have a dream" hingga seorang keturanan kulit hitam, Obama, bisa terpilih sebagai presiden Amerika Serikat. Tanpa "kegilaan" kepahlawanan meluaskan frontier penerimaan terhadap perbedaan, mimpi Indonesia sebagai negara semua buat semua tidak punya langkah rintisan. Ribuan kilometer perjalanan harus dimulai dari langkah pertama.

Seperti Muhammad Ali. Mulutmu besar, namun sepadan dengan kerja keras dan prestasimu sebagai gubernur, yang meninggalkan jejak raksasa bagi penataan ibu kota.

Semoga segala ujian dan cobaan yang dialami memberi bekal pelajaran untuk pengabdian lain yang menanti dengan kepakan sayapnya.

Doa dan salam bangga
Yudi Latif

Artikel Selanjutnya
Perlunya Jakarta Belajar Politik Secara Dewasa
Artikel Selanjutnya
PBNU Ajak Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Bersatu Kembali