Sukses

Tenang Usai Pilkada DKI 2017

Liputan6.com, Jakarta - Pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI 2017 telah usai. Hasil real count atau penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta juga telah menunjukkan hasil pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan - Sandiaga Uno mengungguli pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Euforia pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut tiga membludak, termasuk di media sosial. Pada sisi lain, tak sedikit pendukung paslon nomor urut dua yang mengungkapkan kekecewaannya.

Beberapa di antaranya, masih ada yang menyerang paslon lain. Suasana pun yang seharusnya kondusif kembali terusik.

Sosiolog Devie Rahmawati mengatakan fenomena ini akan hilang dengan sendirinya. Masyarakat, tutur dia, akan kembali dihadapkan pada kenyataan hidup usai Pilkada DKI 2017. Mereka harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Pelan-pelan mereka akan ingat ini hanyalah tentang pilkada tapi tentang saya belum tentu mempunyai impact yang besar," jelas Devie saat ditemui di sebuah acara diskusi bertema "Mengobati Luka Pilkada" di Jalan Gereja Theresia 41 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 22 April 2017.

"Siapapun yang menang sebenarnya, baik itu pilihannya maupun bukan, belum tentu misalnya secara nyata memberikan dampak positif terhadap dirinya," lanjut Devie.

Begitupula dengan pendukung paslon yang kalah. Kesadaran untuk menerima kekalahan dan kenyataan usai Pilkada DKI 2017, yang seharusnya dimiliki oleh pihak pendukung. Walau memang tidak secara instan bisa dimiliki oleh mereka.

"Kesadaran itu memang tidak bisa dibangun satu dua hari tapi membutuhkan waktu minimal 2-3 bulan. Itu hanya bisa dilakukan kalau memang suasana yang dibangun oleh elite, oleh media khususnya. Menyebarkan sesuatu yang sifatnya kegembiraan, kasih sayang, persatuan dan sebagainya. Peran media penting untuk itu," ujar Devie.

Komisioner KPU periode 2012-2017, Ferry Kurnia Rizkiansyah, mengimbau kepada masyarakat, baik itu para pendukung paslon dua dan tiga untuk tetap tenang. Yang terpenting, kata dia, adalah mengawal proses pemerintahan baru yang akan berjalan usai pilkada ini.

"Kita berharap cooling down-lah, apapun hasilnya. Kan tanggal 29 ini akan ditetapkan hasil rekapitulasinya oleh KPU DKI. Cermati saja hasilnya seperti apa, cooling down. Sekarang kan harus berpikir untuk mengawal proses pemerintahan ke depan. Itu yang harus kita kawal," ujar Ferry.

"Jadi kompetisi sudah selesai. Ada pemenangnya, ada yang kalah. Ke depan bagaimana itu dikawal proses aktivitas pemerintahannya supaya good government, clean government ini menjadi penting dilakukan," lanjut dia.

Sebelumnya, KPU telah menyelesaikan penghitungan suara atau real count putaran kedua Pilkada DKI 2017. Hasilnya, pasangan nomor urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

Berdasarkan data masuk dari 13.034 TPS atau 100 persen dari jumlah seluruh TPS, Ahok-Djarot meraih 42,05 persen atau 2.351.438 suara. Sedangkan pasangan Anies-Sandi meraup 57,95 persen atau 3.240.379 suara.

  • Pilkada DKI 2017 akan berlangsung pada Februari 2017 diikuti tiga calon gubernur Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Basuki T. Purnama
    Pilkada DKI 2017 akan berlangsung pada Februari 2017 diikuti tiga calon gubernur Agus Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Basuki T. Purnama
    Pilkada DKI 2017
Artikel Selanjutnya
Gerindra Yakin Ahok - Djarot Tak Ajukan Sengketa Pilkada ke MK
Artikel Selanjutnya
Sudah Selesai, Pilkada DKI 2017 Tak Usah Dibawa Baper